Pameran Fotografi Analog “Anomali Kehidupan”

Pameran Fotografi Analog “Anomali Kehidupan”.
Oleh Eka Panjinegara.

Pameran Fotografi Analog “Anomali Kehidupan” merupakan suatu refleksi pembelajaran kehidupan dinamis yang didasari pada kejadian tsunami Banten pada Januari 2019. Eka Panjinegara mencoba berbagi pengalamannya dalam memberikan dukungan psikologis yang sering luput diantara tumpukan-tumpukan bantuan materi bagi para korban.Pameran Fotografi Analog “Anomali Kehidupan”.

15 Sep – 06 Okt 2019. Di That’s Life Coffee. Jakarta
Pembukaan 15 Sep. bersama :
ORKES KEDAI SARINAH.

Kamera Disposable.
Pada pameran ini, semua hasil foto yang dihasilkan adalah kamera Disposable dari merk Ilford hitam putih dengan harga kisaran Rp 200.000 – 250.000. Pencucian filmnya saya percayakan pada Labrana, Kemang, Jakarta Selatan. Jadi, hasil dari kamera ini merupakan hasil murni tanpa editan sama sekali. Mengapa keseluruhan pameran foto ini seluruhnya menggunakan Disposable? Karena saya ingin menunjukkan bahwa yang namanya Fotografi itu tidak harus selalu mahal. Memang, ada kamera yang harganya sama dengan mobil. Tetapi, dengan modal yang saya sebutkan diatas, saya tetap bisa menghasilkan sebuah karya fotografi, karena yang penting itu bagi saya adalah niat dan hasil, bukan hanya materi semata sehingga siapapun termasuk anda yang membaca ini juga dapat berkarya di dalam dunia fotografi.

Hitam & Putih
Menurut pandangan saya pribadi foto hitam putih lebih dapat menonjolkan sisi humanis yang ada serta lebih ekspresif pada hasil karya itu sendiri. Selain itu, warna hitam dan putih membuat kita tidak terlalu fokus dengan warna karena hanya ada dua, sehingga kita bisa lebih fokus terhadap ekspresi yang ditampilkan. Oleh karena itu, saya merasa hitam putih cocok dengan tema yang saya angkat pada pameran ini yaitu Anomali Kehidupan.

Anomali Kehidupan.
Terminologi Anomali pertama saya jumpai pada tahun 2000 atau pada saat saya duduk dikelas 3 SD. Anomali atau yang pada saat itu saya pelajari sebagai Anomali Air adalah kemampuan air untuk mengubah bentuk sesuai dengan wadah dimana ia ditempatkan. Hal ini menggelitik pemikiran saya akhir-akhir ini, karena menurut saya manusia juga memiliki kemampuan yang sama yaitu beradaptasi pada anomali. Anomali yang saya maksud disini adalah penyimpangan lalu kemudian kemampuan manusia untuk bisa beradaptasi pada kejadian yang menyimpang tersebut. Karena apabila ada hal-hal yang tak terduga, manusia secara alam bawah sadarnya pasti akan beradaptasi untuk bertahan hidup. Hal inilah yang saya kagumi pada korban tsunami di Banten beberapa waktu silam.

Tsunami Banten.
Pada tanggal 27 Januari 2019, saya dan teman-teman saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan kunjungan kepada warga Banten yang terkena musibah tsunami. Awalnya, bantuan yang kami berikan sempat ditolak dengan halus dengan alasan bahwa bantuan makanan dan hal-hal teknis lainnya sudah sangat banyak, para korban saat ini justru membutuhkan bantuan pemulihan mental dan trauma khususnya anak-anak. Jujur, saya pun tidak menaruh penyembuhan mental dan trauma di pikiran saya sebagai suatu prioritas yang biasanya orang lain berikan kepada korban bencana alam. Akhirnya, saya dan teman-teman saya sepakat untuk datang langsung ke acara tersebut dan bergabung dengan para relawan yang ada di sana untuk mengurangi beban mental para korban.

About me.
Ekasatr atau biasa yang dikenal dengan Eka Panjinegara, hanyalah seorang yang menggemari kegiatan fotografi dari tahun 2007 dengan menggunakan kamera telepon genggam Motorola L7i miliknya. Selain fotografi, keisengan dari tumpahan memori dan keresahan pemikirinnya ditulis pada 2 buku, yaitu “Biru ke-12” (2016) dan “Halcyon Days” (2017). Kemudian agar orang-orang yang berumur 20-an seperti dirinya merasa tak sendirian, dia membagi masalah-masalah di umur 20-an dan berusaha mencari pemecahannya dengan berdialog pada Podcast miliknya yang diberi nama “Twentysomething” yang bisa diakses di Spotify. Saat ini pelaku ekonomi kreatif ini bekerja pada bidang pemerintahan yang menaungi pendukungan terhadap kemajuan ekonomi kreatif Indonesia. Kegiatan sehari-harinya yang acak dan hasil foto lainnya dapat diintip pada akun instagram @ekasatrp.

Didukung oleh:
That’s Life coffee.
Orkes Kedai Sarinah.
Back2Basic.
STUDIOMILI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s